Selasa, 29 April 2014

Gejala Stroke

Stroke Mayor dan Minor

STROKE
Stroke Mayor dan Minor dapat mengancam jiwa seseorang, dan dapat terjadi karena ada gangguan suplai darah pada sebagian atau seluruh organ otak.Gangguan sirkulasi darah disebabkan karena darah dalam arteri yang menuju otak membeku. Selain itu bisa jadi karena penyempitan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh aorta pada otak. Otak harus menerima jumlah yang cukup suplai darah untuk dapat melakukan fungsinya. Bila terjadi gangguan dalam sirkulasi darah di otak maka akan berakibat fatal bagi penderita Gejala Stroke.
index
STROKE MAYOR
Gejala:
  1. Tiba-tiba kepala sakit
  2. Pingsan dengan tiba-tiba, mati rasa pada bagian muka, lengan, lutut salah satu bagian tubuh dan mulut tidak simetris
  3. Sulit berbicara
  4. Kemungkinan tidak sadarkan diri atau bingung
  5. Tiba-tiba terjatuh
  6. Pandangan Kabur
  7. Pupil mata berbeda ukurannya
  8. Sulit bernapas, sulit mengunyah, bicara dan menelan
  9. Tidak dapat mengontrol buang air kecil atau BAB
  10. Denyut nadi terasa kuat dan justru melemah
Penanganan:
  1. Bawa ke pertolongan medis (doktor)
  2. Buka jalan pernapasan, lakukan pernapasan buatan
Prosedur Nafas Buatan
  1. Pastikan korban diletakkan pada permukaan yang rata bersihkan mulut dan jalan napas dari muntahan atau cairan.
  2. Tengadahkan kepala korban dengan meletakkan telapak tangan pada dahi dan jari tangan lain mendorong ke atas bagian dagu korban.
  3. Pencet hidung korban dengan menggunakan ibu jari Anda, kemudian ambil napas dalam-dalam, letakkan mulut anda pada mulut korban yang terbuka, tiup dengan cepat 2 kali.
  4. Hentikan tiupan bila dada korban sudah mengembang. Lepaskan mulut anda dari mulut korban, kemudian dekatkan telingan anda ke hidung korban untuk mendengarkan hembusan napasnya.
  5. Perhatikan dada korban apakah ada gerakan naik turun pertanda ia bernapas.
  6. Ulangi prosedur pemberian napas buatan ini sampai korban benar-benar bernapas sendiri.
Perawatan Lanjutan
  1. Letakkan korban dalm posisi miring untuk mengeluarkan sekresi pada mulutnya
  2. Selimuti korban agar lebih nyaman
  3. Usahakan korban diam
  4. Gunakan kain basah /dingin untuk menyeka bagian kepala
  5. Usahakan korban setenang mungkin
  6. Jangan memberu minuman atau makanan karena dapat menyebabkan muntah dan tersedak
SROKE MINOR
  1. Gejala:
  2. Bingung
  3. Pusing
  4. Sulit Bicara(Sedikit Sulit Bicara)
  5. Otot-otot melemah
Penanganan:
Bawa segera korban ke dokter

Terapi Stroke

Definisi strokePenyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah.Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 – 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.
Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Kolesterol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).
Beberapa gejala dari penyakit stroke bervariasi tergantung dari gejal awal yang dirasakan pada penderita stroke. Gejala umum stroke adalah :
1. Rasa baal atau mati yang hilang secara mendadak pada muka, tangan, dan kaki
2. Rasa bingung seperti seseorang yang kehilangan pandangan, menjadi sulit berbicar atau berbicara pelo.
3. Pada beberapa pasien stroke ada yang kehilangan penglihatan satu mata atau yang disebut dengan stroke mata.
4. Mendadak mengalami suatu kesulitan berjalan dan kehilangan keseimbangan.
Penderita penyakit stroke umumnya dapat diobati baik dengan pengobatan secara medis maupun dengan melakukan terapi stroke yang disarankan atau dianjurkan oleh dokter ahli saraf. Rehabilitasi penderita stroke biasanya melibatkan terapi fisik, terapi wicara dan terapi kerja. Dalam pengobatan modern, terapi pijat jarang dilakukan sebagai salah satu terapi pilihan. Namun, beberapa ahli pengobatan alternatif mengklaim dapat merehabilitasi penderita pasca stroke menjadi normal kembali. Secara ilmiah, memang belum ada bukti yang solid mengenai efek langsung pijat pada pasien pasca stroke. Para ahli medis bersilang pendapat mengenai manfaatnya.

Penanganan Dalam Stroke

strokePenanganan pasien stroke secara khusus diberikan dengan jenis strokenya, yaitu stroke iskemik dan stroke perdarahan.
  • Stroke iskemik
Prinsip penatalaksanaan stroke iskemik adalah membatasi daerah yang mengalami infark dengan meningkatkan perfusi darah ke otak, mengobati penyakit yang menjadi penyebab stroke dan mencegah terjadinya udema otak. Dalam penatalaksanaan yang bersifat khusus ini, biasanya seorang dokter berupaya menyarankan beberapa terapi obat yang berperan. Obat-obat tersebut yaitu sebagai berikut :
- Obat antitrombolitik R-tPA dan urokinase yang diberikan secara intravena. Obat ini berfungsi untuk menghancurkan thrombus-thrombus di dalam pembuluh darah otak. Obat ini berfungsi untuk mencegah terjadinya thrombus yang akan mempersempit lumen pembuluh darah.
- Obat antikoagulan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya gumpalan darah dan embolisasi thrombus, misalnya heparin, coumarin, dicomarol oral. Obat ini terutama diberikan pada penderita stroke yang mengalami kelainan jantung. Efek samping obat ini dapat terjadi trombositopenia yang dapat mengakibatkan perdarahan sehingga harus dilakuakn kontrol hitung jumlah trombosit setiap harinya.
- Obat yang berfungsi sebagai neuroproteksi atau melindungi organ otak yang bekerja menghambat masuknya kalsium yang berlebihan ke dalam sel otak.
- Antagonis glutamat yang bekerja mengikat glisin pada reseptor glutamat.
- Obat yang berfungsi untuk mencegah kerusakan membran sel otak.
  • Stroke perdarahan
Pada penderita stroke perdarahan dilakukan terapi konservatif yaitu terapi obat dan bedah. Tujuan dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan, menghentikan dan mencegah perdarahan yang terjadi di pembuluh darah otak. Pembedahan dilakukan saat 24-48 jam pertama pada stadium 1 dan 2. Tindakan bedah akan ditunda jika terjadi vasospasme (pengerutan) pembuluh darah otak sebab tindakan bedah akan semakin memperparah kondisi pasien.
Terapi konservatif meliputi :
- Melakukan perawatan secara intensif
- Mempertahankan fungsi vital (pernapasan dan sirkulasi)
- Memberikan obat sedatif dan penghilang nyeri
- Bed rest atau tirang baring atau istirahat di tempat tidur
- Terapi udema otak
- Terapi antihipertensi
- Terapi defisit neurologis iskemik akibat vasospasme
- Antifibrinolisis dan
- Rehabilitasi
- Terapi bicara
- Fisioterapi
- Psikoterapi

Pencegahan Stroke

Pencegahan 
StrokeUntuk bisa melakukan pencegahan stroke tentu saja kita harus tahu penyebab terjadinya stroke. Faktor risiko yang terbanyak adalah hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, kekakuan pembuluh darah dan penyakit jantung. Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menjalankan gaya hidup sehat, seperti pola makan sehat, tidak merokok, olahraga teratur, menjaga berat badan dan mengendalikan stres. Pola pencegahan ini sesuai dengan perilaku hidup yoga, sehingga tidak mustahil untuk dikatakan bahwa yoga bisa mencegah terjadinya stroke. Untuk rehabilitasi pasca stroke, dapat dilakukan pranayama dan latihan asana ringan. Menjalani pola makan sehat dan meditasi juga sangat bermanfaat.
Prinsip penanganan atau penatalaksanaan pasein stroke bersifat supotif yaitu membantu dlaam mengurangi luas kerusakan otak yang sudah terjadi dan menecegah semakin meluasnya keruskaan otak akibat iskemik atau perdarahan.
Penanganan atau penatalaksanaan serta pencegahan pasien stroke dapat diaplikasikan dengan langkah-langkah berikut :
1. Langkah pertama
- Airway
Bebaskan jalan napas pasien. Hal ini berfungsi untuk memastikan oksigen masuk ke dalam tubuh pasien, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran. Pasien tersebut segera diletakkan dengan posisi terlentang, eher di sanggah sampai hperekstensi maksimal.
- Breathing
Jika pasien tidak bernapas atua terjadihenti napas maka diberikan oksigen 4 liter/menit melalui hidung. Jika tidak terdapat oksigen dapat diberikan bantuan napas buatan dari mulut ke mulut. pasien pun segera dibawa kerumaha sakit untuk secepatnya mendapatkan pertolongan.
- Circulation
Di rumah sakit, hal-hal di atas juga dilakukan. Perbaikan sirkulasi dan perfusi ke otak dengan cara mempertahankan jantung dan tekanan darah juga dilakukan. Pemantauan EKG dilakukan dalam 24 jam pertama dan pasien langsung diinfus dnegan NaCl 0,9%.
2. Langkah kedua
Melakukan penilaian defisit neurologis dengan mempertimbangkan seberapa berat gangguan neurologis yang terjadi dan apakah gangguan neurologis tersebut masih akan memburuk atau membaik.
3. Langkah ketiga
Menentukan jenis stroke dengan penilaian skoring dan pemeriksaan penunjang.
4. Langkah keempat
Langkah keenpat merupakan penatalaksanaan suportif. Hal ini dilakukan agar kondisi fisik pasien cepat membaik. Sebagai contoh, elevasi kepala 30◦ untuk mengurangi peningkatan tekanan intrakranial, badan pasien dibolak-balik untuk menghindari terjadinya dekubitus di punggung dan pinggang. Selain itu dilakukan kontrol tekanan darah secara kontinyu. Kontrol kadar gula darah, kolesterol dan fungsi jantung selalu dilakukan dan diawasi dalam 48 jam pertama pascastroke.

Gejala Stroke Mata Dan Cara Mencegahnya

Keluhan berupa penglihatan yang tiba-tiba kabur atau menghilang adalah salah satu gejala dari stroke mata. Menurut Dr. Ratu Jelita, SpM, gejala CRAO (Central Retinal Artery Occlusion)-sumbatan ada di pusat-umumnya penglihatan akan menjadi buram atau gelap mendadak tanpa disertai nyeri. Sedangkan BRAO (Branch Retinal Artery Occulusion)-sumbatan berada di arteri cabang-terjadi penurunan ketajaman penglihatan yang tidak terdeteksi oleh pasien atau juga bisa terjadi hilangnya lapang pandang penglihatan tanpa rasa sakit.
penyakit-stroke-mataGambaran : Stroke mata
Oklusi yang terjadi pada arteri retina bisa hanya berlangsung beberapa detik atau menit, namun mungkin juga terjadi secara permanen.  Untuk memastikan kondisi pasien biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengevaluasi retina, diantaranya ;angiografi fluoresensi, pemeriksaan tekanan intraokular, melihat bagaimana refleks pupil, foto retina dan pemeriksaan lapang pandang.
Sehingga jika individu mengalami kehilangan penglihatan atau penglihatan yang kabur secara tiba-tiba, seharusnya langsung melakukan konsultasi dengan dokter. Dr. Jelita mewanti-wanti setiap orang segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata jika ada sesuatu yang tidak beres dengan matanya.
Pasalnya, ancaman komplikasi yang ditimbulkan gangguan ini tidaklah remeh. “Sumbatan pada retina mata bisa menimbulkan komplikasi berupa glaucoma, terutama jika disebabkan oleh CRAO. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah hilangnya fungsi penglihatan secara menyeluruh di kedua mata atau sebagian mata dan stroke, jika diketahui memiliki kesamaan faktor yang menyebabkannya.
Stroke mata tentunya merupakan serangan penyakit stroke yang berbahaya ada yang bisa menyebakan kebutaan total atau kebutaan ringan. Untuk langkah pencegahan yang paling utama adalah dengan memeriksakan mata jika terjadi suatu gangguan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan mencegah terjadinya gangguan pada pembuluh darah, salah satunya penyakit arteri koroner yang selanjutnya dapat mengurangi risiko terjadinya oklusi arteri retina, diantaranya:
1. Menjaga tekanan darah sistolik di bawah 120 mmHg dan tekanan darah diastolik di bawah 80 mmHg.
2. Olahraga misalnya jalan atau berenang, minimal 30 menit sehari. Bila itu masih sulit, lakukan aktivitas fisik sehari-hari secara cukup, misalnya melakukan pekerjaan rumah tangga, mengutamakan naik tangga daripada menggunakan lift, memarkir mobil/motor agak jauh dari lobi kantor /tempat lain agar seseorang memiliki kesempatan untuk berjalan kaki lebih banyak.
3. Menjaga berat badan ideal dengan mengkonsumsi makanan dan zat gizi berimbang, seperti :
- Makan makanan berserat, seperti sayur dan buah
- Kurangi garam, karena penggunaan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah
- Hindari konsumsi alkohol
- Stop merokok dan hindari asap rokok

Gejala Awal Serangan Stroke

Stroke adalah manifestasi dari rusaknya struktur jaringan otak sebagai akibat rusaknya pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak dengan berbagai sebab. Penyebabnya bisa berasal dari pembuluh darah di otak ataupun darah yang mengalir di dalamnya. Pengobatan stroke membutuhkan keterlibatan keluarga atau orang sekitar yang paham terhadap gejala stroke, baik gejala awal serangan stroke ringan maupun gejala stroke berat. Gejala stroke bergantung pada lokasi tersumbatnya atau pecahnya darah tersebut.
Saat stroke menyerang, gejala awal serangan stroke pertama-tama bagian sistem saraf pusat mengalami kelemahan otot (hemiplegia), kaku, dan menurunnya fungsi sensorik. Bagian batang otak, dimana terdapat 12 saraf cranical mengalami kerusakan yang menyebabkan menurunnya kemampuan membaui, mengecap, mendengar, melihat, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernapasan dan detak jantung terganggu, lidah lemaj, kesulitan berbicara, daya ingat menurun, dan kebingungan.
Jika tanda-tanda dan gejala awal serangan stroke tersebut hilang dalam waktu 24 jam, maka dinyatakan sebagai transient ischemic attack (TIA) yang merupakan serangan stroke ringan atau serangan awal stroke.
elderly_2131816b
Kemudian terdapat fase-fase akut bagi pasien selang beberapa hari setelah terserang stroke. Dalam pekan pertama, kemungkinan terserang stroke lagi sangat besar. Hal itu kemungkinan dengan meluasnya jaringan otak yang lumpuh, sehingga gejala stroke bertambah berat dalam lima hari pertama. Dalam lima hari sampai dengan tujuh hari, apabila gejala yang dialami pasien bertambah buruk, maka kondisi ini sering disebut sebagai “evolusi stroke” (stroke in evolution).
Bertambah buruknya gejala syroke pada pasien bisa dilihat misalnya dari mulut yang tadinya normal menjadi mencong, anggota gerak pada tubuh menjadi lemah, atau semakin sulit berbicara. Hal itulah yang mengharuskan adanya perhatian akan golden time. Jika pasien segera ditangani, hal ini tidak akan terjadi. Agar gejala stroke tidak berkembang menjadi bertambah buruk, maka sebisa mungkin emosi pasien harus dijaga. Selain itu, oksigenasi ke otak pun harus dijaga. Orang yang pernah terkena stroke, memiliki resiko terserang stroke lagi sebesar 50 persen. Mirisnya lagi, biasanya trauma cacatnya akan bertambah buruk. Sebab, bagian otak yang terkena pada serangan pertama belum sembuh. Jadi bisa dikatakan bahwa serangan kedua umunya lebih berat. Biasanya serangan pertama yang terjadi pada pasien itu lebih sebagai sinyalnya saja.

Gejala Stroke Iskemik

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika sebagaian sel-sel otak mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan atu pecahnya pembuluh darah di otak. Aliran darah yang berhenti membuat suplai oksigen dan zat makanan ke otak juga berhenti, sehingga sebagian otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Stroke berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik, yang salah satunya paling banyak diderita adalah stroke iskemik.
Stroke Iskemik
Stroke iskemik terjadi pada sel-sel otak yang mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi yang disebabkan penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah (arteriosklerosis).
Hampir sebagian besar penderita stroke mengalami jenis stroke demikian sekitar 83% akibat dari aliran darah ke sebagian atau keseluruh otak menjadi terhenti.
Umumnya gejala awal dari stroke jenis ini sering tidak diketahui oleh penderitanya. Serangan muncul secara tiba-tiba dan langsung menyebabkan penderita tidak sadarkan diri.
Berikut beberapa penjelasan gejala awal serangan stroke iskemik, adalah :
1. Nyeri kepala disertai penurunan kesadaran, bahkan bisa mengalami koma (perdarahan otak).
2. Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan, tungkai atau salah satu sisi tubuh.
3. Mendadak seluruh badan lemas dan terkulai tanpa hilang kesadaran (drop attack) atau disertai hilang kesadaran sejenak (sinkop).
4. Gangguan penglihatan (mata kabur) pada satu atau dua mata
5. Gangguan keseimbangan berupa vertigo dan sempoyongan (ataksia)
6. Rasa baal pada wajah atau anggota badan satu sisi atau dua sisi
7. Kelemahan atau kelumpuhan wajah atau anggota badan satu sisi atau dua sisi
8. Kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara (afasia)
9. Gangguan daya ingat atau memori baru (amnesia)
10. Gangguan orientasi tempat, waktu dan orang
11. Gangguan menelan cairan atau makanan padat (disfagia)

Gejala Stroke Awal

Gejala dan tanda seseorang terkena stroke sangat beragam dan berbeda-beda antara satu individu dengan individu lainnya. Perbedaan ini dikarenakan otak manusia sangat kompleks. Setiap daerah di otak mempunyai fungsi berbeda-beda. Ada yang mengatur gerakan, pancaindera, perasaan, kognitif dan lain-lain. Gejala dan tanda dari stroke tergantung pada daerah mana yang mengalmi kerusakan di otak, dan juga tergantung dari apakah itu karena stroke pendarahan atau karena stroke iskemik.
Namun secara umum, tanda dan gejala stroke diantaranya :
  • Munculnya kelemahan mendadak dari satu bagian tubuh, wajah, lengan, tungkai, terutama di satu sisi badan.
  • Muncul rasa baal (hilang sensasi) mendadak disatu sisi badan
  • Gangguan menelan (disfagia), contohnya bila minum jadi tersedak
  • Hilangnya penglihatan sebagian atau menyeluruh secara tiba-tiba
  • Tiba-tiba sulit bicara atau menjadi tidak jelas berbicara atau pelo, atau tidak memahami pembicaraan orang lain.
  • Timbul nyeri kepala yang amat sangat, yang muncul secara mendadak
  • Gangguan kesadaran, pingsan, koma, atau kejang.
  • Hilang keseimbangan, terjatuh tiba-tiba, dan tidak mampu mengatur gerakan tubuh
  • Muncul gangguan kognitif lain seperti tiba-tiba pikun, tidak dapat berhitung, membaca, ataupun menulis secara tiba-tiba.
Gejala-gejala diatas terutama bila timbul mendadak, harus segera mendapat pertolongan dari dokter. Semakin cepat ditangani maka akan semakin baik hasilnya. Gejala-gejala diatas sangat tergantung dari daerah otak mana yang mengalami gangguan. Sebagai informasi, secara mudahnya otak kita dibagi menjadi hemisfer, otak kanan dan otak kiri yang mempunyai peranan dan fungsi masing-masing. Kedua bagian otak ini dibagi menjadi sisi dominan dan non dominan, dilihat dari fungsi penggunaan sehari-hari kita bisa menggunakan tangan untuk bekerja dan menulis. Namun, ada juga orang-orang tertentu dengan otak dominan kanan dan mengerjakan kegiatan sehari-hari dengan tubuh sebelah kiri lebih dominan yang biasa kita sebut kidal/ kebot. Bagian otak kanan mengendalikan sisi tubuh tubuh sebelah kanan, sehingga bila yang terkena stroke adalah sisi kiri tubuh. Demikian juga sebaliknya, bila yang terkena stroke adalah sisi kiri dari otak, maka sisi tubuh yang mengalami kelumpuhan adalah sisi kanan tubuh.

Gejala Stroke Ringan

Dalam beberapa menit saja mengalami stroke, sel-sel otak mulai mati. Jadi penting sekali untuk mengenali gejala-gejalanya, agar segera ditangani dan mendapatkan perawatan yang tepat untuk pemulihan. Stroke ringan mungkin tidak akan menimbulkan gejala namun tetap dapat merusak jaringan otak.
Tanda-tanda stroke antara lain :
  • Tiba-tiba mati rasa atau rasa lemah pada lengan, wajah atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh. Gerakan refleks dan atau sensasi hilang seluruhnya atau sebagian. Mungkin ada suatu sensasi kesemutan di daerah yang terkena.
  • Mendadak kebingungan atau kesulitan bicara atau memahami. Kadang-kadang kelemahan pada otot-otot wajah dapat menyebabkan keluarnya air liur tanpa terkendali.
  • Tiba-tiba kesulitan melihat pada satu atau kedua mata.
  • Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  • Mendadak mengalami sakit kepala berat tanpa diketahui penyebabnya.
Siapapun dapat memiliki terserang stroke. Tetapi kemungkinan itu meningkat jika seseorang memiliki faktor resiko tertentu yang dapat menyebabkan stroke. Kabar baiknya bahwa sampai 80% stroke sebenarnya dapat di cegah.
Ada dua jenis resiko untuk stroke, yaitu faktor yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan. Untuk faktor yang bisa dikendalikan umumnya merupakan faktor resiko gaya hidup atau faktor resiko medis. Keduanya dapat dikelola dengan bekerja sama dengan dokter, yang bisa meresepkan obat-obat dan membesikan nasihat tentang bagaimana untuk mengadopsi gaya hidup sehat.

Senin, 28 April 2014

Gejala Penyakit Hipertensi Darah Tinggi


Diagnosa dari penyakit hipertensi ini biasanya disebabkan karena berdasarkan data-data anamnesis atau berupa riwayat keluarga, faktor resiko dan juga gejala klinis yang dialami oleh penderita, pemeriksaan jasmani, dan terutama pemeriksaan tekanan darah, dan juga pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang seperti foto dada dan rekam jantung. Gejala penyakit hipertensi darah tinggi untuk menguatkan diagnosis hipertensi salah satunya adalah adanya riwayat penyakit hipertensi pada kedua orang tua, karena hal ini bisa memperbesar dugaan kearah hipertensi primer. Usia penderita juga menjadi salah satu penyebab dari masalah penyakit hipertensi.
Biasanya gejala penyakit hipertensi darah tinggi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang seringkali merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial. Dan gejala-gejala misalnya seperti sakit kepala, mimisan, dan juga pusing, atau juga migren yang sering ditemukan sebagai salah satu gejala penyakit hipertensi darah tinggi. Kadang-kadang penyakit hipertensi esensial ini berjalan tanpa adanya suatu gejala dan juga baru timbul suatu gejala setelah terjadinya komplikasi yang terjadi pada organ sasaran misalnya adalah pada ginjal, otak, dan jantung.
Gejala penyakit hipertensi darah tinggi bisa menimbulkan masalah komplikasi dan bisa disertai dengan penyakit yang lainnya. Biasanya penyakit ini muncul  dengan bersamaan yang justru bisa memperburuk kerusakan suatu organ. Komplikasi yang terjadi salah satunya adalah penyakit jantung koroner.
Komplikasi hipertensi dengan penyakit jantung koroner ini sebagai akibat dari terjadinya pengapuran yang terjadi pada dinding pembuluh darah jantung. Penyempitan yang terjadi pada lubang pembuluh darah jantung ini biasanya menyebabkan masalah berkurangnya suatu aliran darah pada beberapa bagian  dari otot jantung. Hal ini bisa menyebabkan rasa nyeri yang sakit di dada dan bisa berakibat gangguan pada masalah otot jantung. Bahkan, bisa juga menyebabkan  timbulnya masalah serangan jantung.
Komplikasi lainnya adalah masalah gagal jantung, tekanan darah tinggi yang kemudian memaksa otot jantung untuk tetap bekerja lebih berat dalam memompa darah. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah otot jantung yang kemudian menebal dan meregang sehingga daya pompa otot kemudian mengalami penurunan, dan bisa menyebabkan kegagalan pada kerja jantung secara umum.

Gejala Penyakit Hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala penyakit hipertensi yang dimaksud yaitu sakit kepala, pendaraqhan dari hidung, pusing, wajah kemerahan, dan kelelahan. Padahal, gejala tersebut bisa terjadi pada penderita hipertensi maupun pada seseorang dengan tekanan darah normal.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah dan pandangan menjadi kabur karena kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal. Gejala penyakit hipertensi bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala-gejalanya itu adalah :
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar-debar
  • Sulit bernapas setelah berkerja keras atau mengangkat beban berat
  • Mudah lelah.
  • Penglihatan kabur
  • Wajah memerah
  • Hidung berdarah
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Telinga berdening (tinnitus)
  • Dunia aterasa berputar (vertigo)
Cara terbaik memastikan gejala penyakit hipertensi adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah. Tekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding pembuluh darah yang keluar dari jantung (pembuluh arteri) dan yang akan kembali ke jantung (pembuluh balik). Karena itu, dokter akan memeriksa tekanan darah dari dua bacaan.
Bacaan yang pertama, berupa angka yang lebih tinggi, adalah tekanan sistolik, tekanan yang terjadi bila otot jantung berdenyut memompa untuk mendorong darah keluar melalui arteri. Angka itu menunjukkan seberapa kuat jantung memompa untuk mendorong darah melalui pembluh darah. Sedangkan bacaan yang kedua, berupa angka yang lebih rendah atau diastolik, saat otot jantung berisitirahat membiarkan darah kembali masuk ke jantung. Angka itu menunjukkan berapa besar hambatan dari pembuluh darah terhadap aliran darah balik ke jantung.


Ciri Ciri hipertensi

Tekanan darah tinggi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab. Tekanan darah tinggi terjadi apabila tekanan darah menunjukkan angka 140/90 namun angka tersebut bukan menjadi salah satu ukuran bagi seseorang yang mempunyai tekanan darah tinggi, pada beberapa orang tekanan darah tinggi ada yang disebut dengan pra hipertensi yang menunjukkan angka tekanan darah mencapai 120/80 dan 139/89. Tekanan darah tinggi membawa faktor resiko terhadap suatu serangan penyakit dan penyebab dari kerusakan organ tubuh tertentu, seperti diabetes dan penyakit ginjal serta penyakit lainnya, namun yang paling berbahaya adalah membawa penyakit pada serangan jantung yang mungkin dapat terjadi secara tiba-tiba.
Ciri-ciri darah tinggi atau hipertensi biasanya ditandai dengan adanya peningkatan resistensi terhadap aliran darah ke seluruh tubuh. Menurut American Heart Association atau AHA, penduduk Amerika yang berusia diatas 20 tahun menderita hipertensi telah mencapai angka hingga 74,5 juta jiwa, namun hampir sekitar 90-95 kasus tidak diketahui penyebabnya. Walaupun telah menunjukkan gejala dan tanda-tanda darah tinggi yang dapat dilihat oleh adanya perubahan dari berbagai kardiovaskular yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dan menyebabkan kondisi kesehatan yang serius.
Berikut ini ada beberapa ciri-ciri dari hipertensi, diantarnya adalah :
1. Adanya resistensi insulin
Resistensi insulin adalah salah satu ciri dari tekanan darah tinggi. Pada sebuah studi di tahun 2004 yang dilakukan oleh Muhammad F. Saad dari sebuah terbitan dalam Jurnal Hipertensi, resistensi insulin atau tingkat insulin yang tidak normal terjadi peningkatan di dalam darah yang kemudian dikaitkan oleh hipertensi, yang sebenarnya resistensi insulin ini terjadi pada penyakit diabetes.
Para ahli mencatat bahwa resistensi insulin atau insulinemia ini memiliki kaitan yang erat dengan ciri-ciri tekanan darah tinggi atau darah ada mereka yang memiliki penyakit diabetes mellitus tipe 2. Hal ini dilatar bekalangi oleh glukosa yang diubah dan mengalami peningkatan pada plasma insulin yang menghasilkan efek negatif pada dinding pembuluh darah.
2. Pembesaran ventrikel kiri
Ventrikel kiri yakni ruang jantung yang bertanggung jawab untuk memompa darah ke jaringan tubuh yang membesar merupakan ciri-ciri darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah yang meningkat memaksa kerja jantung lebih keras dan cepat dari biasanya untuk memompa darah keseluruh tubuh. Selain itu terjadi dorongan darah melalui pembuluh darah yang menyempit atau terjadi hambatan yang signifikan yang menyebabkan ventrikel kiri jantung untuk memperbesar atau kaku, kondisi ini disebut hipertrofi ventrikel kiri. Jika ciri ciri darah tinggi berupa hipertrofi ventrikel kiri terjadi, maka membatasi kemampuan ventrikel memompa darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung dan kematian jantung mendadak.
3. Penurunan fungsi arteri
Terjadinya penurunan fungsi arteri atau perubahan dalam struktur pembuluh darah merupakan ciri-ciri darah tinggi. Hal inilah yang membuat tekanan darah tinggi ini sulit terdeteksi. Untuk mengetahui tekanan darah tinggi dibutuhkan pemeriksaan oleh tenaga medis. Ciri-ciri tekanan darah tinggi yang sulit terdeteksi ini disebut dengan arteriosklerosis.

Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau banyak orang menyebutnya sebagai hipertensi merupakan suatu keadaan tubuh dari tekanan darah yang meningkat akibat dari adanya peningkatan tekanan darah secara kornis (dalam jangka waktu yang cukup lama). Hipertensi juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan tekanan darah dimana sistoliknya diatas 140 mmHg dan diastoliknya diatas 90 mmHg. Tekanan darah yang selalu meningkat atau tinggi menjadi salah satu dari timbulnya faktor risiko pada suatu penyakit seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial dan merupakan penyebab utama dari gagal jantung kronis.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih besar 95 mmHg.
Adapun klasifikasi dari tekanan darah tinggi pada orang dewasa adalah :

Hipertensi ringan atau sedang umumnya tiddak menimbulkan gejala yang terlihat. Gejala hipertensi akan timbul dan terlihat apabila tekanan darah tinggi dirasakan semakin berat atau pada suatu keadaan yang krisis dari tekanan darah itu sendiri.
Gejala hipertensi yang semakin berat dan kian lama dirasakan akan menampakkan gejala seperti :
- Sakit kepala
- Sering merasa pusing yang terkadang dirasakn sangat berat
- Nyeri perut
- Muntah
- Anoreksia
- Gelisah
- Berat badan turun
- Keluar keringan secara berlebihan
- Epistaksis
- Palpitasi
- Poliuri
- Proteinuri
- Hematuri
- Retardasi atau pertumbuhan
Pada gejala hipertensi yang semakin kronis akan muncul gejala, seperti :
- Ensefalopati hipertensif
- Hemiplegi
- Gangguan penglihatna dan pendengaran
- Pareses dan facialis
- Penurunan kesadaran
Gejala pada tekanan darah tinggi yang memasuki stadium kronis atau akut dan menimbulkan gejala seperti diatas, membuat beberapa penderita hipertensi ini sampai dalam keadaan koma.
Apabila dilakukan pemeriksaan secara fisik, umumnya tidak ditemui kelainan apapun selain tekanan darah semakin tinggi, namun dapat pula ditemukan perubahan pada retina mata, seperti terjadi perdarahan, eksudat (kumpulan cairan), penyempitan pembuluh darah, dan pada keadaan yang sangat kronis mengakibatkan edema pupil mata.

Tanda Dan Gejala Hipertensi

Menurut dokter, gejala hipertensi biasanya tidak dirasakan, sehingga penyakit ini disebut silence diaseas. Banyak orang yang menganggap tekanan darah tinggi itu pasti menyebabkan pusing. Karena kekeliruan itu, tidak semua pasien berobat, karena memang tidak mengeluh pusing. Bagi orang sehat paling tiap tahun sekali memeriksa tekanan darah, sedang yang sakit setiap bulan sekali.
Hipertensi sulit disadari karena tidak memiliki gejala khusus. Namun demikian, ada beberapa hal yang setidaknya dapat dijadikan indikator, sebab berkaitan langsung dengan kondisi fisik. Misalnya, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa pegal, mudah marah, telinga berdenggung, susah tidur, sesak napas, mudah lelah, mata berkunang-kunang, dan mimisan.

Gejala lainnya yang dapat dikenali dari tejadinya serangan hipertensi pada kita tersebut ialah pandangan menjadi kabur. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung, dan ginjal. Penderita hipertensi berat dapat mengalami penurunan kesadaran bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensi yang memerlukan penanganan segera.
Penyakit hipertensi yang sering kali terjadi umumnya tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Sementara tekanan darah terus meningkat meski dalam jangka waktu yang cukup lama hingga menimbulkan komplikasi adanya suatu penyakit bawaan dari hipertensi. Oleh karenanya hipertensi harus selalu dicek untuk mengetahui tekanan darah secara berkala. Seseorang yang dikatakan menderita darah tinggi apabila dalam beberap pemeriksaan tekanan darah diketahui memiliki tekanan darah hingga diatas 130/90 mmHg.
Hipertensi menyebabkan timbulnya suatu penyakit yang dibawa akibat tekanan darah yang tinggi seperti menimbulkan resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan gagal ginjal. Penyakit hipertensi tak mengenal batas usia seseorang dan jenis kelamin, semua orang memiliki resiko yang sama terhadap hipertensi tanpa harus menimbulkan ciri atau gejala terlebih dahulu.
Tekanan darah dalam setiap kehidupan seseorang berbeda-beda secara alamiah. Bayi dan anak-anak yang secara normal pun memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah dibanding orang dewasa. Tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari, tekanan darah akan mengalami peningkatan ketika melakukan aktivitas sehari-hari dan akan menurun ketika beristirahat. Tekanan darah dapat meningkat ketika di pagi hari dan akan lebih rendah ketika tidur/istirahat di malam hari.

Sakit Jantung

Seperti halnya organ lain dari tubuh manusia, jantung memiliki fungsi dan cara kerja yang khusus yang dapat diibaratkan sebagai pompa pendorong sirkulasi darah ke seluruh bagian tubuh. Bila oleh sebab-sebab tertentu pompa tersebut terganggu, kinerjanya tidak akan optimal. Pada jantung, gangguan atau penyakit yang sering terjadi adalah penyakit jantung koroner.
Pada jantung, gangguan atau penyakit yang sering terjadi adalah penyakit jantung koroner, yaitu terhalangnya aliran darah di pembuluh arteri koroner yang menyupai oksigen dan nutrisi untuk menggerakkan jantung.
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang disebabkan penyempitan arteri koroner, mulai dari terjadinya aterosklerosis (kekakuan arteri) maupun yang sudah terjadi penimbunan lemak atau plak (plague) pada dinding arteri koroner, baik disertai gejala klinis atau tanpa gejala sekalipun.
Penyakit jantung koroner adalah suatu kelainan disebabkan oleh penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Bilamana penyempitan ini menjadi parah maka dapat terjadi serangan jantung.
Adapun penyempitan pembuluh arteri ke otak dapat menimbulkan stroke. Otot jantung diberi oksigen dan nutrisi yang diangkut oleh darah melalui arteri-arteri koroner utama yang bercabang menjadi sebuah jaringan pembuluh lebih kecil yang efisien.
Di samping itu, dinding pembuluh arteri koroner oleh sesuatu sebab dapat berkerut (spasm) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba, sehingga penderita merasakan nyeri dada, bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak.

Sakit Jantung di Usia Muda

Kehadiran penyakit jantung koroner pada usia muda bukanlah sesuatu yang mengagetkan. Jumlah penderita penyakit jantung koroner berusia muda tidak sebanyak mereka yang berusia setengah buaya. Sekitar 3% penderita penyakit jantung koroner diperkirakan berusi di bawah 40 tahun.
Penderita PJK usia muda menjadi objek berbagai studi untuk meneliti sifat dan pemicu pembentukan plak pembuluh koroner. Para peneliti menemukan bahwa kebanyak penderita berjenis kelamin laki-laki dan memiliki sejumlah faktor risiko. Kebiasaan merokok adalah faktor tunggal terkuat yang berhubungan dengan penyempitan pembuluh koroner pada usia muda.
Faktor risiko lain yang ditemukan pada penderita usia muda adalah keabnormalan kadar kolesterol darah. Pasien penyakit jantung yang masih muda tidak selalu memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi. Biasanya, kadar LDL mereka normal, tetapi kadar trigliserida mereka melonjak dan kadar HDL (kolesterol baik) mereka rendah.
Belum lama ini, sebuah studi lain menunjukkan adanya kombinasi peningkatan bagian kolesterol yang disebut Lipoprotein (a) dan homosistein pada penderita PJK usia muda.
Apabila ditelisik, ternyata anggota keluarga mereka memperlihatkan pola peningkatan yang serupa. Tak sedikit yang harus meregang nyawa karena penyakit jantung koroner (PJK). Baik dokter maupun kaum wanita sendiri masih menganggap PJK adalah penyakit kaum adam. Bertahun-tahun, para wanita mencemaskan kesehatan jantung pasangannya, tetapi mengabaikan kesehatan jantungnya sendiri yang boleh jadi lebih rapuh.

Gejala Sakit Jantung

Gejala-gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung koroner antara lain rasa sakit atau nyeri di dada dimana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, berdebar-debar, pusing dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.
Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stress akibat pekerjaan.

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner.
Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

Penyebab Sakit Jantung

Mengapa Terjadi Serangan Jantung ?
Penyakit jantung yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kelakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.

Aterosklerosis terjadi jika penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.
Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat merusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.
Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbunan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.
Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.
Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Serangan Jantung Memang Mematikan

Jika Anda merasakan gejala seperti rasa sakit atau nyeri di dada dimana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan, atau gejala lain seperti merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit, maka itu sangat mungkin Anda sedang mengalami gangguan jantung. Hal ini yang mungkin bisa jadi petunjuk bagi penderita adalah, keringat dingin, berdebar-debar, pusing dan merasa mau pingsan juga napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.

Petunjuk lain, sebelum mengalami gejala-gejala di atas, selama beberapa bulan sebelumnya Anda pun mungkin sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap sepele bahwa gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stress akibat pekerjaan semata. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak dapat cukup oksigen karena penyumbatan koroner.
Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

Dr. Laser (JAM TANGAN TERAPI LASER)

 Arloji terapi laser pertama di dunia (650NM laser NANO)
  • mengontrol tekanan darah
  • mengurangi darah kental
  • membersihkan lemak darah
  • menstabilkan gula darah


Harga Rp. 4.886.000

PROMO Bulan Mei 2014 : Nano Energi Cup Dan Power Ion Plus Tersedia dalam 2 Pilihan :

  1. Leather Strap
  2. Rubber Strap

 Dr Laser-500x500


Pastikan produk yang anda beli ASLI bukan TIRUAN.

Dr. Laser ASLI hanya bisa diperoleh di konter Gogomall  sebagai distributor resmi di Indonesia. TIDAK DIJUAL ditempat lain dan kami hanya memberikan produk ASLI kepada konsumen terbaik kami…. kami jamin!!!

PENJELASAN :

Penyakit CARDIOVASCULAR & CEREBROVASCULAR adalah penyakit PEMBUNUH NO. 1 MANUSIA……!!!

Seberapa menyeramkan penyakit Cardiovascular dan Cerebrovascular?

Ruang-Operasi
Penyakit Cardiovascular & Cerebrovascular paling banyak ditemukan pada pasien berusia setengah baya dan usia lanjut. Penyakit ini telah menjadi pembunuh nomor satu manusia. Angka kematian penderita Cardiovascular dan Cerebrovascular di seluruh dunia mencapai 15 Juta jiwa pertahun. Rata-rata setiap 12 detik ada pasien penderita Cardiovascular dan Cerebrovascular yang meninggal dunia.
Sungguh sesuatu hal yang SANGAT MEMPRIHATINKAN…!!!!!
Tingkat kematian penderita Cardiovascular dan Cerebrovascular menduduki 50% dari keseluruhan total angka kematian setiap tahunnya.
Selain itu sekitar 50-80% pasien penderita yang telah menjalani pengobatan, akan mengalami cacat dengan tingkatan keparahan yang berbeda, seperti setengah badan tidak bergerak, bicara kurang jelas, penurunan tingkat kecerdasan, tidak leluasa bergerak atau lazim disebut STROKE. Diantaranya ada 75% penderita yang kehilangan pekerjaan, kehilangan kemampuan untuk bekerja dan menjadi beban berat bagi pasien itu sendiri, keluarga dan masyarakat.

PENYAKIT BERSUMBER DARI KETIDAKTAHUAN

Siapa saja yang MUDAH TERSERANG penyakit Cardiovascular dan Cerebrovascular?
  1. Orang berusia 40 Tahun keatas yang menderita tekanan darah tidak normal, darah berlemak dan gula darah tinggi, terutama pada PRIA.
  2. Bekrja terlalu tegang dan sibuk, tekanan jiwa berat, dan sering merasa lelah.
  3. Kebiasaan makan yang tidak teratur, sering tidur larut malam.
  4. Orang berusia muda yang bekerja terlalu lelah menggunakan otak.
  5. Kurang olahraga
  6. Berat badan berlebihan.
  7. Perokok dan peminum alkohol dalam waktu yang panjang.
  8. Sering mengkonsumsi makanan yang terlalu berminyak dan manis
  9. Mengkonsumsi nasi dan lauk berlebihan
  10. Sifat yang menggebu dan kecemasan yang berlebihan.

METABOLIC SYNDROME (3 gejala penyakit tertinggi berbahaya) :

Diantaranya adalah HIPERTENSI (tekanan darah tinggi). Penderita hipertensi membutuhkan pertolongan medis. hasil penelitian medis Internasional menyebutkan bahwa penyakit hipertensi tergolong SANGAT BERBAHAYA terutama dalam kurun waktu 2-3 tahun ini. apalagi jika ditambah adanya pemicu lain seperti STRESS dan tekanan beban hidup.

KUALITAS SEL DARAH MENENTUKAN KUALITAS HIDUP

Apakah yang dimaksud METABOLIC SYNDROME?
Metabolic Syndrome adalah tingginya kondisi tekanan darah, lemak darah, dan gula darah.
Lemak darah tinggi, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan obesitas merupakan 4 gejala utama penting dari Metabolic Syndrome.
Metabolic Syndrome tersebut menimbulkan penyakit diantaranya CARDIOVASCULAR & CEREBROVASCULAR

Dr. LASER adalah JAM TANGAN TERAPI untuk PENYAKIT CARDIOVASCULAR & CEREBROVASCULAR
Memiliki sebuah Dr. Laser berarti “memiliki hidup yang penuh semangat dan sehat”. Jika anda tidak ingin hidup bagaikan robot, sebaiknya anda memiliki Dr. LASER untuk mencegah dan menerapi penyakit Cardiovascular dan Cerebrovascular.
  1. Khasiat yang luar biasa, mencegah pelekatan sel darah, tanpa rasa sakit dan luka, tanpa racun dan efek samping.
  2. Bentuk jam kecil, leluasa dibawa kemanapun, cara pengoperasian yang mudah.
  3. Desain baru dan unik, kemasan elegan, istimewa dan pilihan tepat sebagai hadiah untuk doa restu dan kesehatan.
  4. Water resistant, anti shock, dan beragam fungsi lainnya.
  5. Produk berkualitas yang memilii harga terjangkau bagi berbagai kalangan konsumen.

Dengan kesungguhan memberi yang terbaik kepada masyarakat :

Model arloji PERTAMA DI DUNIA, terapi laser untuk penyakit Cardiovascular dan Cerebrovascular TANPA EFEK SAMPING.

Cocok dipakai untuk :

  • Penderita darah pekat / darah kental ( HYPERVISCOSITY)
  • Kelebihan lemak dalam darah ( HYPERLIPIDEMIA)
  • Tekanan darah tinggi ( HIPERTENSI)
  • Kencing Manis (DIABETES)
  • Penderita jantung koroner
  • Penyumbatan pembuluh darah di otak (STROKE)
  • Mencegah penyakit Cardiovascular dan Cerebrovascular serta membantu penyembuhan pasien pada masa pengobatan FISIOTERAPI.

PRINSIP PENGOBATAN :

  1. Mengaplikasi ilmu pengobatan laser medis, ilmu pengobatan tradisional Tiongkok, ilmu microelectronics serta paduan tehnologi masa kini.
  2. Menggunakan pengontrolan elektronik otomatis guna mengendalikan LASER LEMAH melalui tombol iradiation ( penyinaran bergelombang)
  3. Membantu sel-sel darah merah menyerap energi laser.
  4. Meningkatkan metabolisme glukosa, meningkatkan kadar oksigen dalam darah (saturasi oksigen), memperbaiki microcirculation, meningkatkan metabolisme darah.
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah lemak berlebih dalam darah (antioksida lipid), mempercepat penghapusan radikal bebas, memperbaiki parameter sirkulasi darah (rheological)
  6. Mengefektifkan turunnya lemak darah (hypoglycemic), menurunkan gula darah, menurunkan kepekatan/kekentalan darah, memperbaiki tekanan darah.

SERTIFIKASI Dr. LASER :

Shanghai Safe Medical Instrument Co., Ltd adalah perusahaan profesional perangkat kesehatan yag bergerak di bidang pengembangan, penelitian, produksi dan pemasaran.
Berdasarkan mekanisme kerjasama dengan tim pengobatan, perusahaan ini berhasil meriset dan memproduksi perangkat kesehatan keluarga dengan tehnologi tinggi.
Melalui paduan ilmu pengobatan modern dengan ilmu tradisional pengobatan China, berkaitan dengan penyembuhan penyakit CARDIOVASCULAR & CEREBROVASCULAR, perusahaan berupaya mengembangkan tehnologi, menciptakan ARLOJI PERTAMA DI DUNIA yang bermanfaat untuk menerapi penyakit tersebut.
dan produk inovatif tersebut dikenal dengan nama “Dr. LASER WATCH”
TEHNOLOGI INI TELAH MENDAPATKAN PATENT :
No Paten : zl200520071415.4 dan zl200520068350.8
Bersamaan dengan ini juga mendapatkan sertifikat CE dari European Communities dan Sertifikat Laser Therapy Device by MedCert, Hamburg Germany.
Produk ini juga menerima penghargaan PIALA EMAS dari Lembaga Tehnologi Nasional Inovasi juga penghargaan piala emas dari Lembaga Nasional Paten Tehnologi Inovasi.
Fisioterapi JAM Dr. LASER adalah metode pengobatan dengan SINAR LASER berdasarkan grafik denyut nadi tubuh manusia untuk mengobati Metabolic Syndrome, Cardiovascular & Cerebrovascular TANPA rasa sakit, luka, infeksi silang serta mudah dioperasikan.
Tidak hanya menjadi peralatan medis di rumah sakit, tapi juga menjadi peralatan medis di rumah, sebagai dokter keluarga untuk penyakit Metabolic Syndrome, Cardiovascular & Cerebrovascular.


KESIMPULAN :

Penggunaan JAM Dr. LASER (Dr. LASER WATCH) pada perawatan penyakit CARDIOVASCULAR & CEREBROVASCULAR dapat menurunkan Kolesterol. Trigeliserida, LDL-C, Kekentalan darah, Pelekatan plasma, index erythrocyte.
Disaat bersamaan dapat membantu memperbaiki gejala klinis seperti penyakit JANTUNG, sesak nafas, pusing, lemah fisik.
Pengobatan Laser (Dr. LASER WATCH) terbukti efektif 92% dibandingkan perawatan Normal Therapeutic 78%.

SEGERA DAPATKAN JAM LASER FISIOTERAPI PERTAMA DIDUNIA INI…… Dr. LASER WATCH….dan  BUKTIKAN MANFAATNYA LANGSUNG

Dapatkan kesempatan CEK DARAH GRATIS dari TEAM ANALIS KESEHATAN Dr. LASER untuk mengetahui kualitas darah sebelum dan sesudah terapi Dr. LASER (khusus kota Jakarta)

Dikesempatan ini akan diperoleh Modul Terapi yang sesuai untuk memperoleh hasil yang optimal serta kesempatan tanya jawab langsung secara detail.

BURUAN…… DAPATKAN KESEMPATAN INI